Sabtu, 30 April 2011

Salah kaprah dengan ‘virus’ dan berakhir ‘gempa’

Saat itu hari rabu setelah perkuliahan dengan Asnate-native dari Latvia selesai. Aku bingung mau kemana. Iseng2 ke ukm. Sapa tau dapet temen menunggu kuliah..hahaha (biasa anak nglajo hobinya cari teman kalo lagi jam kosong). Entah kenapa hari ini menyenangkan, senang untuk pertama kali bisa cerita panjang lebar sama mbak erma (alumni), mas arif (alumni), mas brili (senior). Seneng banget pembicaraan mereka berbobot, ya yang jelas gak kayak ak yang ngalor-ngidul tanpa arah. Maklum mreka kan orang2 keren pemikirannya. Seneng bias deket dg mreka saat itu.

Pembicaraan pertama tentang virus. Ngomongin laptopny mb erma. Trus kata2 yg bikin terngiang2 dipikiranku adl kata2 ini. Virus itu benda mati. Kalo ada yang bilang “flashdisk ini ada virusnya gak”  ato “flashdisk ini ada virusnya”. Ya salah. Flashdisk kan benda mati. Ga mungkin ada virusnya. Yang hidup adalah operating sistemnya yang menyebabkan virus hidup jadi sebagai media perantara gitu. (seolah2 pikiranku tertuju dg materi biologi tentang virus jaman smp apa sma itu). Hahaha..dalam hati ak ketawa, ternyata ak ga pernah berpikiran sekritis itu ya. Ketika ada yang Tanya, “flashdisk ini ada virusnya ga?”Ya aku jawab aja dg nada antara iya n tidak, ga pede istilah e.hehehe. Oh iya jadi dapet ide dari mas brili, katanya virus ga selamanya jahat dan mengganggu manusia. Virus2 Indonesia saat ini kan biasanya ngasih message. Nah brati virus bisa jadi peluang buat menyebarkanvirus2 kebaikan. Ya semacam pesan kebaikan melewati virus. Keren juga tu ide :)

Nah pembicaraan kedua tentang gempa. Seneng ngomongin yang ini. Paling enggak ak bisa berbagi tentang keadaan daerahku saat terjadi gempa. Trauma2 gempa. Ya ikut2an share, ak merasa dianggap n dituntut utk beropini kpd mreka. Ya ak crita aja tentang daerahku n daerah kakekku yang pada ngungsi gara2 dapet isu tsunami itu (Lucu juga inget jaman gempa 27 Mei 2006). Oiya jadi nyangkut pautin sama gempa2 yang lain. Salah satunya gempa jepang. Eh dicritain tentang BMG sama mas arif, jadi pengen kerja disana. Ah kenapa dulu aku gak masuk geografi ya (hahaha goyah pendirian tiba2). Oh iya dari pembicaraan ini dapet ilmu juga, kalo gempa2 kecil yang terjadi kemungkinannya suatu saat bisa menyebabkan gempa gedhe kayak yang terjadi di Jepang. Trus dianalogikan di Indonesia. Wah, brati ada kemungkinan di laut selatanku (Laut kidul) bisa gempa gedhe dong?Hanya kemungkinan sih. Wallohua’lam :)

Seneng banget sih deket sama mereka. Pengetahuan mereka banyak dan bermutu. Andai setiap saat aku bisa dekat dengan orang2 cerdas seperti mereka.Hehehe berharap banget. Jadi teringat jaman SD, SMP, SMA. Kenapa aku belum pernah membawa piala untuk sekolahku ya? PENGEN BANGET ! Tapi aku udah kuliah. Kenapa ya, lemari berisi piala itu ga satupun dari aku???

Jadi teringat kata2 pak rohmat pas seminar itu, “Hanya orang-orang yang sering mendengarkan mimpi orang besarlah yang akan menjadi orang besar”. Trus tambahan gini “seenggaknya pernah mendengarkan mimpi kakak2 alumnimu, alumni ukmp..hehehe..”Bergaullah dengan mereka dan ambillah ilmu sebanyak2nya. kata2 itu selalu jadi motivatorku untuk selalu melangkah. Bismillah. Seenggaknya, minimal, at least punya NIAT lah :) Niat ingsun, bismillah. Yuk dilakoni kanthi ikhlas..

Minggu, 17 April 2011

game itu namany "jekjekan"

Liat rembulan bersinar begitu terang, aku pun teringat sesuatu. Seakan pernah merasakan hal semacam ini di masa lalu. Tapi apa? Oh ternyata aku kepikiran sama game yang namanya jekjekan. 

Jekjekan merupakan sebuah game tradisional masa lalu yang dimainkan oleh sekelompok anak. Ada 2 kubu yang terdiri dari beberapa pemain (terserah). Setiap pemain wajib menjaga satu hal berharga yang jika itu disentuh oleh pemain lain maka kubu yang udah nyentuh itu bakal dapat 1 poin kemenangan. Dalam permainan masa lalu kami, hal yang dijaga itu kami ganti dengan pohon, jadi ada 2 pohon untuk dua kubu. 

Masing-masing pemain boleh mempunyai strategi permainan apapun asal masih dalam batas kewajaran (segokil-gokilnya kali ya). Setiap pemain berlari mengincar pohon di kubu lawan dan berusaha menyentuhnya. Pemain berusaha mempertahankan pohon yang akan disentuh. Ada yang dengan cara mengejar lawan yang akan menyentuh dengan berlari-lari sampai lawan tersebut tersentuh oleh kita(istilah e kesentuh=mati). Lawan yang mati harus berdiri di sebelah pohon milik kubu yang membuat dia mati tadi. Jadi sekarang misi teman pemain yang mati tadi ada 2, menghidupkan kembali teman yang telah mati dengan menyentuh dia kembali dan berusaha menyentuh pohon lawan agar mendapat kemenangan. Kubu pemain yang membuat pemain tadi juga harus menjaga agar pemain yang mati tadi tetap mati dan cari mangsa agar teman dari pemain lawan juga mati. 

Setelah tersadar di masa kini, aku merenungi betapa anehnya game tradisionalku itu.Sumpah aneh dan aku pun ga tau apa game itu berlaku di daerah lain ataukah hanya di aerahku??? Entah. Namun game tersebut sangat menyenangkan di masa kecilku. Terkesan aneh kalo dipikir-pikir. Tapi dulu merupakan game kesayangan yang sering kami mainkan ketika kami selesai mengaji bersama2 di masjid kami ba'da maghrib untuk menunggu waktu sholat isya' tiba. Kami tidak segan-segan berlari sampai area yang jauh untuk mengejar lawan kami. Lucu banget saat itu.

Kalo dipikir-pikir ada hikmah dari sebuah game semacam itu, dengan adanya game kita bisa menjaga sholat jamaah kita karena kita menunggu bareng2 waktu sholat dengan bermain bersama teman2 kita. Hal yang susah dan jarang dilakukan anak kecil jaman sekarang. Kadang kita juga belajar bareng sehabis  ngaji. Ya game itu kan cuma selingan di saat bosan aja, jadi ya ga ngeganggu akademis. Toh belajarnya masih terjaga.hehehe. Oh iya satu lagi, jaman dulu anak kecil belum mengenal hape :)

Oh iya, aku dulu ngaji bareng di masjid 3x seminggu, malem rebo, malem jumat dan malem minggu. Diajar oleh seorang ustadz yang juga takmir masjid tempatku, namanya Pak Mar. Subhanalloh Bapak tersebut sampe sekarang masih menjaga dan berjuang keras untuk menghidupkan ngaji bareng anak2 di masjid kami. Padahal ngajarnya cuma sendirian lho. KEREN ! :)

Selasa, 05 April 2011

Tersadarkan untuk lebih mendekat kepada Tuhanku karna petuah sahabatku :)

Entah kenapa rapat HRD kali ini berbeda. Dari perbincangan sana-sini mbahas proker terdekat, akhirnya pembahasan tertuju pada kerohanian :D. Ada seorang teman kami yg dengan ciri khasnya mengajak kami mendiskusikan tentang gempa Jepang dan gempa Cilacap. Intinya ternyata gempa di Jepang yang terjadi pada tanggal 11 bulan ketiga tahun 2011 kalo dikaitkan dengan ayat Al-Qur’an ternyata pas dengan surat ketiga ayat 11 (Ali Imron 11). Dan di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa suatu saat Tuhan akan memberikan peringatan kepada umatnya melalui air laut, nah terjadi juga kan (tsunami). Dan gempa Cilacap ternyata ada kronologisnya juga. Tuhan akan memberikan peringatan kepada umatnya ketika umatnya dalam keadaan tidur.

Sedikit pesan tersirat buatku dalam suasana diskusi tadi sore adalah pesan moral untuk aku pribadi untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhanku. Teringat petuah sahabatku ketika aku memilih masuk SMA di kota jogja untuk menjaga agamaku. Tapi entah kenapa pengetahuan agamaku yang aku pupuk sejak kecil hingga SMP berkurang mulai masuk SMA sejalan dengan waktu. Dan kini aku tersadar. Aku harus kembali menjadi dian yang dulu dengan jiwaku yang tersisa karna petuah sahabatku :) Thx buat sahabatku SMP dan teman-teman HRD :)