Berawal dari tugas Evaluasi Pembelajaran Matematika (Assesment Mathematics Learning) cerita indah ini dimulai. Semua rasa ada disini, gado-gado gitu :D
Awalnya kelompok kami bingung mau ke SMA mana. SMA mana yang mau nerima kita, mahasiswa yang mau ujicoba soal. Siswa mana yang mau dengan ikhlas mengerjakan soal yang akan kami berikan. Dan SMA mana yang warganya memberi tanggapan positif terhadap kedatangan kami. Beberapa hari pertanyaan tersebut muter-muter di otak. Mau ke SMA yang ini takut siswanya terlalu gaul jadi ga mau ngerjain soal (bisa jadi kan?haha). Mau ke SMA yang *wah* takut siswanya terlalu pintar trus ntar Tanya-tanya macam-macam yang aku dan teman-teman ga bisa jawab. (Penuh kebingungan gini) akhirnya kami pun bingung. Haha. Akhirnya aku pun mengajak kelompokku ke SMA 8 aja, yang dulu mantan SMA ku. Ya siapa tau masih dianggap alumni pintar (wkwkwk songongnya keluar).
Akhirnya aku bersama rombongan masuk SMA 8. Ketemu pak satpam. Eh pak satpam itu masih kayak dulu, sok galak :p. Ketemu bu Rindang (guru Sosiologi). Sama pak satpam disuruh ke TU, disuruh menemui bu wakasek kurikulum. Alhamdulillah sebelum diintrogasi sama bu wakasek, akhirnya liat sesosok motivator, 2 guru matematika SMA ku. Yesss tepat sasaran :) ga perlu nemui bu wakasek, ga perlu nemui pak kepsek. eh surat ijin juga ga diminta. alhamdulillah dapat kemudahan dari guru sendiri. hehe seneng :)
Awalnya aku sudah deg-degan pak guru itu mana mungkin mau memberikan jam mengajarnya untuk mahasiswa semacam kami yang ingin mengambil jam pelajaran di saat UAS SMA tinggal satu bulan-an lagi. (Jiwa pesimistis dan ketidakpercayaan, astogfirulloh ga boleh yan !). Eh entah mengapa beliau menyambut dengan baik kedatangan kami. Kami disuruh memilih ingin mengambil kelas apa, butuh berapa jam pelajaran. Tapi beliau juga memberi tantangan untuk masuk kelas pada hari itu mulai jam setengah sebelas sampai jam pulang sekolah agar mendapatkan 2 kelas. Berani?? Akhirnya kamipun menyanggupi. Padahal soal dan pilihan masih dalam bentuk blue print, belum buat lembar jawaban, belum lagi fotocopy menggandakan soal. Hahaha stress. Padahal waktu hanya sekitar satu jam untuk melakukan berbagai hal. Mana ada kendala dengan mesin fotocopy yang pada akhirnya fotocopy di dua tempat.
Akhirnya kami pun masuk kelas. Horeeeee…... FIRST TIME masuk kelas jadi calon pendidik :D Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami masuk satu kelompok satu kelas (yaa kurang persiapan juga karena dadakan gini). Kelas pertama dan kedua kami bertiga. Kelas ketiga kami bertiga juga dengan orang yang berbeda. Tapi kelas keempat cuma berdua. Hikzzz. Alhamdulillah aku bisa masuk empat kelas itu (hahaha).
Banyak pengalaman yang aku dapat ketika masuk empat kelas yang berbeda. Pengalaman mengendalikan kelas, kewibawaan dibutuhkan disini, ketegasan, dan lain-lain. Dari empat kelas yang aku datangi, secara langsung maupun tidak langsung aku telah mengamati tentang manajemen kelas (nah ini mata kuliah manajemen pendidikan nih). Ternyata terdapat kecenderungan karakteristik yang berbeda dari kelas yang berbeda pula.
Akhirnya tugasku ujicoba di sekolah pun kelar, tinggal melakukan koreksi dan analisis butir soal. Horeeeee :) Seneng, pengorbananku dihari kedua ke sekolah, tepatnya hari ini tidak sia-sia. Padahal kalau teringat tadi pagi. Sungguh petualangan yang ga terlupakan. Bisa berangkat jam 6 on time (kalo ga berhenti di jalan agak lama tadi aku udah nyampe SMA on time lho, wkwkwk.Yang sungguh ga terduga karena aku dengan tanpa basa-basi dengan jiwa nekat menembus air hujan yang begitu deras di langit turun ke bumi perjalanan dari Sanden menuju Muja-muju. Padahal langit begitu gelap tadi pagi jam 6an, dan mantolku sobek pada bagian depan. Dan sampai setengah perjalanan di jalan parangtritis (mampir emperan took), ngrasain kondisi badan ternyata baju dan celana sudah basak kuyub (padahal juga pake blazer kelas ditambah jaket parasit (tapi yo ra ngefek). Teles kebes masuk kelas sampe jam tengah 11 masih kerasa dinginnya juga. Haha (kasian deh saya). Padahal ga bawa baju ganti sampe akhirnya kering dengan sendirinya (perpindahan panas dari suhu tubuh ke baju kali ya? :D)
Oh iya aku seneng 2 hari di mantan sekolah sendiri. Banyak cerita suka duka aku rasain di sini. Aku juga bertemu dengan staf karyawan dan guru. Yang ga aku sangka, ternyata beliau-beliau masih inget saya. Bahkan Bu kantin kejujuran sama pak satpam, pak TU pun masih ingat aku. Alhamdulillah. Oh iya ga lupa aku ucapin terimakasih buat teman-teman kelompokku atas persetujuannya untuk ujicoba soal di SMAku sehingga aku punya cerita seindah ini. SMANGAT ! :)