Sabtu, 16 Juni 2012

Makhluk tak berkaki itu, ular berbisa. Makhluk yang telah membuatku takut dan menangis. Begitu berharganya waktu.


Begitu berharganya sang waktu..

Siang-siang ditelp adek, dengan paniknya bilang ibu digigit ular. Spontan aku pun heboh sendirian di rumah. Entah apa yang aku pikirkan. Hanya ada laptop dan hp. Ah kelamaan kalo googling. Aku pun lari keluar, untung ada tetanggaku yang menenangkan aku. *thx a lot J. Langsung cabut sanden-pandak berbekal sepeda onthelku sejak jaman SD (sisa kendaraan yang ada di rumah), yak mbalap 15 menit akhirnya sampe juga di pandak. 15 menit itu lama banget kawan. Aku pun harus melawan angin (ah udah biasa itu jaman masih sekolah SD-SMP, tapi sekarang?). Di jalan nafasku begitu terengah-engah, kerasa banget diliputi rasa panic, was-was, daaaaaaannnnnn aku pun menangis di jalan, sambil SMS kawanku SMA yg juga calon dokter, pikirku seenggaknya dia tau ilmunya. Yak benar dia pun menasehatiku dg tanggapan SMSnya yg begitu cepat dalam keadaan panic. Thx kawanku J. Gak Cuma itu, aku pun beberapa kali telp adekku *maklum namanya juga orang bingung. Maklum lagi, aku paling takut bahkan takut bangeeeeetttt sama ular. 

Dulu pernah ada ular masuk rumahku 2x yang paling mengerikan. yang satu itu gedhe di dapur. Saat itu aku pun sedang sendirian. Yang kedua di dalam rumah juga. *MENGERIKAN pokoknya ! Aku pun pernah sampai trauma dan pindah kamar tidur L. Ketika aku bertanya sama tetanggaku, kawan2ku di rumah, emang mereka pun pernah mengalami hal yang sama denganku, misteri makhluk tak berkaki.

Lanjut ceritanya..
Sampailah aku dan sepeda onthelku di pandak. Di sana tinggal adekku sendirian. Yak, ibu sudah di bawa ke pawang ular. Alhamdulillah, sedikit lega, meski belum bertemu. Akhirnya selang beberapa menit, bapak dan ibu pulang. Senang rasanya melihat ibu bisa tersenyum. Hmm, dan akhirnya aku melihat bekas gigitannya. Teringat SMS dari kawanku tadi, "----------segera dibawa ke dokter.. 

Di sana, sempat ibu disuruh opname, namun beliau memilih rawat jalan saja. 

Okeee, keadaan sudah tidak segenting tadi, aku pun pulang persiapan rapat KKN-PPL di area kampus. sebenarnya pengin banget ga ikut dalam keadaan seperti ini, namun harus konsekuensi dengan kata-kata, kemarin udah bilang kalo sabtu aku pasti datang. mau ga mau harus ditepati dong.

Jam menunjukkan pukul setengah 5, kembali ke pandak, menunggu ibu pulang, selang beberapa waktu kemudian mereka pun pulang dari rumah sakit. Alhamdulillah terimakasih ya Alloh. Akhirnya aku pun berangkat rapat. Teeeeteeetttttt

Singkat cerita, waktu menunjukkan pukul 7 malam, rapat selesai, segera pulang. Di jalan SMS adek, katanya aku disuruh langsung pulang saja, tetangga dekat lagi pada jenguk. *terharu campur sedihhhhhh. Aku aja baru mau pulang, rapat KKN-PPL T.T Malamnya, budhepun telp, bagaimana keadaan ibu. Alhamdulillah sudah membaik. Aku pun disuruh berangkat rapat lagi, yak rapat muda-mudi + arisan + yasinan. Jam tengah 9 baru berangkat, untung belum mulai acaranya. Okeeee in the end.....

Kawanku..
Kita hidup di dunia ini begitu singkat.
Ketika kita mengulur waktu tanpa beban, yaa kita hanya akan mengalir saja.
Namun ada masa dimana seseorang begitu akan merasa bahwa waktu itu benar-benar berharga.
Kawanku..
Gunakanlah waktumu sebaik-baiknya.
Mungkin memang benar waktu itu egois.
Kita takkan pernah bisa meminta waktu untuk menghargai kita.

SEMANGAT MERAIH MIMPI
karna hidup ini meraih bukan mengalir
SELAMAT PAGI^^