Nama : Dian Andarwati
NIM :
17709251063
Pendidikan Matematika (S2) Kelas C
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu
Selasa, 26 September 2017
Perkuliahan
Filsafat Ilmu ini diampun oleh Bapak Marsigit. Perkuliahan pada hari selasa, 26
September 2017 dilaksanakan tes jawab singkat. Dari ungkapan yang dibuat oleh
Bapak Marsigit, mahasiswa disuruh mencari ungkapan filsafat. Adapun pertanyaan
dan jawabannya adalah sebagai berikut.
1. Anda
itu apa? Posisinya saja. Hakekat.
2. Anda
siapa? potensi
3. Anda
dari mana? Terpilih
4. Anda
mau kemana? Memilih
5. Anda
tuh mengapa? Bertanya
6. Anda
ngapain disitu? Berpikir
7. Siapa
nama anda? Dunia/icon
8. Siapa
ayah anda? jiwa
9. Siapa
ibu anda? jiwa
10. Siapa
pak marsigit? pikirannya
11. Apa
cita-citamu? saksi
12. Siapa
di belakangmu? epoche
13. Siapa
di depanmu? fenomena
14. Siapa
di atasmu? nomena
15. Siapa
di bawahmu? Bayang-bayang
16. Siapa
di kirimu? Potensi kiri
17. Siapa
di kananmu? Potensi kanan
18. Siapa
temanmu? pikiran
19. Siapa
kekasihmu? milikmu
20. Apa
pekerjaanmu? mengada
21. Apa
karyamu? pengada
22. Apa
makananmu? bacaan
23. Apa
bacaanmu? Yang ada dan yang mungkin ada
24. Apa
mimpimu? keberadaanku
25. Kamu
tuh di mana? Perbatasan
Berbicara
tentang filsafat, filsafat itu letaknya di bawah spiritual. Lalu terkait siapa
nama anda, Bapak Marsigit, mengatakan bahwa anada itu adalah icon atau dunia.
Setiap dari kita memiliki dunianya masing-masing. Ada Sri Sultan Hamengkubawana.
Semua orang itu bawana. Kita itu dunia. Kita memandang seseorang dari
pikirannya. Filsafat itu pikirannya. Maka kita adalah pola pikir. Setinggi-tinggi
orang berfilsafat ialah ingin menjadi saksi. Misal ada konferensi
internasional, jika kita tidak ikut, maka kita gagal menjadi saksi.
Terkait
ungkaapn siapakah yang di belaakng kita, Bapak Marsigit menjelaskan yang di
belakang kita ada epoche. Istri, ortu, anak, cucu ditaruh di epoche. Karena
sekarang sedang Bapak Marsigit mengajar filsafat, maka kelaurganya tidak
diperhatikan, maka ditaruh di epoche. Filsafat itu juga berarti dirimu. Dalam
belajar filsafat, kita bisa tanya suka-suka dan juga menjawab suka-suka.
Makanan
orang berfilsafat adalah bacaan. Hanya orang-orang yang berada di perbatasan
lah orang itu akan berilmu. Mengerti dan tidak mengerti. Antara malas dan tidak
malas. Hidup anatar nyaman dan tidak nyaman, zona nyaman. Setiap dari kita
menembus batas itu.
Filsafat
bilangan nol. Apakah anda itu termasuk ontologi. Ontologi juga berarti hakekat.
Filsafat itu mengendap dalam diri. Semua ciptaan Tuhan itu potensi. Batu aja
punya potensi. Potensi untuk menjadi kecil, besar, sakit, mati. Berfilsafat itu
pikiran harus cair. Potensi itu apa saja, yang penting ada perubahan. Anda dari
mana, itu istilah filsafatnya adalah potensi. Potensi itu ada dua. Terpilih dan
memilih. Terpilih itu takdir. Ke depan itu memilih. Batu ada di merapi karena
terpilih. Ada skenario yang memilih batu berada di Merapi. Memilih maknanya
hidup adalah pilihan. Memilih itu sesuai dengan kodratnya. Ngapain itu ungkapan
filsafatnya adalah berpikir, kalau spiritual berdoa. Mencuri sedang memikirkan
mau mencuri.
Bertanya
itu awal dari ilmu. Anda tidak akan mungkin punya ilmu kalau tidak bertanya.
Kalau
tidak ditanya, pasti tidak akan tahu mana yang tidak paham. Gak paham kalau
tidak paham atau ingin memahami kalau dirimu tidak paham. Itu adalah filsafat. Jauh-jauh
ke sini ingin membuktikan kalau tidak paham.
Nama
itu iconic. Setiap yanga ada itu dunia. Nama itu merangkum duniamu. Yang dekat
dengan filsafat itu psikologi. Kamu adalah pertemuan dua jiwa, interaksi dua
jiwa. Kadang ketika kita berfilsafat kita akan menjadi orang aneh. Pak marsigit
melihat kita yaitu melihat pikirannya kita. Metode berpikir ada dua yaitu
abstraksi dan idealisasi. Jika kita akan menikah harus fokus. Karena
fenomenologi, seseorang bisa bertemu dengan istrinya. Perempuan lain yang
ketemu dimasukkan epoche. Orang awam, epoche itu egp, emang gue pikirin. Bayangkan
jika proses epoche tidak jalan. Maka akan sangat bahaya, karena apa-apa yang
ditemui sebelumnya pasti akan dipikirkan terus karena di depan. Yang kita
epoche kan itu fenomena. Fenomena itu yang mampu kita pikirkan. Sedangkan di
atas kita itu naumena. Yang tidak bisa kita pikirkan seperti ikhlas, spiritual,
ruh, doa, itu termasuk naumena, maka kita terbatas untuk memikirkannya.
Filsafat itu seberapa jauh kita mampu memikirkan. Kita adalah bayang-bayang.
Dibawah bayang-bayang daftar hadir misalnya. Omongan kita, pikiran kita
semuanya bisa menjadi bayang-bayang. Resep makanan menghasilkan bayang-bayang. Milik
anda kekasih anda. Pekerjaan anda mengada. Mengada antara negatif dan positif.
Tes dapat nilai nol. Ada tulisan. Tadinya ada ini hasilnya. Sebenar-benar orang
sukses karena berada dalam perbatasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar