Senin, 01 Januari 2018

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Selasa, 31 Oktober 2017

Nama  : Dian Andarwati
NIM    : 17709251063
Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu
Selasa, 31 Oktober 2017
Perkuliahan Filsafat Ilmu ini diampun oleh Bapak Marsigit. Perkuliahan pada hari selasa, 31 Oktober 2017 ini dimulai dengan tes jawab singkat. Adapun pertanyaan dan jawabannya adalah sebagai berikut.
1.      Apa abstraksinya titik? wadah
2.      Apa bastraiksinya titiik? isi
3.      Apa idealnya titik?wadah
4.      Apa idelanya titik?isi
5.      Apa abstraksinya abstraksi?reduksi
6.      Apa idelanya abstraksi?reduksi
7.      Apa abstraksinya ideal?absolute
8.      Apa idealnya ideal?absolute
9.      Apa abstraksinya absolute?kuasa Tuhan
10.  Apa idealnya absolute?kuasa Tuhan
11.  Apa idealnya wadah?isi
12.  Apa idealnya isi?wadah
13.  Apa abstraksinya wadah?isi
14.  Apa abstraksinya isi?wadah
15.  Apa metafisiknya wadahi?isi
16.  Apa metafisiknya isi?wadah
17.  Apa metafisiknya bastraksi?reduksi
18.  Apa metafisiknya ideal?absolute
19.  Apa metafisiknya absolute?kuasa Tuhan
20.  Apa metafisiknya metafisik? Metafisik
21.  Apa abstraksinya metafisik? Epistemologi
22.  Apa idealnya metafisik? Metafisik
23.  Apa wadahnya metafisik? Epistemologi
24.  Apa isinya metafisik? Yang ada dan yang mungkin ada
25.  Apa absolutenya metafisik? Kuasa Tuhan
Prof. Marsigit sering sekali mengawali perkuliahan dengan pertanyaan. Karena fungsi dari pertanyaan adalah mengadakan yang mungkin ada. Pertanyaan-pertanyaan itu kreativitas dalam pikiran kita.
Abstraksinya titik. Sebnarnya titik itu sudah hasil abstrak. Titik itu benda pikir. Karena abstraksi maka tidak punya tebal. Titik tipak pensil/bolpen. Yang kita tulis di papan tulis itu kan bayangan dari titik. Tetapi titik yang sebenarnya itu objek pikir yang tidak punya tebal. Tetapi dia punya sifat. Hanya orang filsafat yang paham komponen titik, yaitu wadah dan isi. Wadahnya titik dan isinya titik. Kalau diperes lagi, diabstraksi lagi ketemunya cuma wadah dan isi. Kemudian tinggal titik itu ada berapa macam. Ternyata meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Karena kita bisa membuat titik A dan titik B kemudian dibuat garis. Menjadi garis AB. Kalau sudah seperti itu ada garis AB yang melalui 2 buah titik yang berbeda, nah itu adalah ruang dan waktu. Padahal ruang dan waktu yang bisa kita merasakan dan pahami kan di sini dan di sana. Artinya ciri-ciri ruang bisa dipukul, diraba, dirasa, dkk itu ruang. Meja yang kemarin itu waktu. Padahal kita berbicara titik. Titik di gambar itu adalah titik yang bayangan, yang konkret, yang di bumi. Padahal titik itu yang kita pikirkan. Itulah sulitnya belajar filsafat bagi anak muda, aank kecil. Palaagi di mtka di ket 2 buah titik A dan B, itu artinya di tempat yang bebas ruang dan waktu secara univerasal dimasuki unsur ruang dan waktu.
Yang selama ini kita rasakan kan ruang dan waktu. Kita terikat di bumi oleh ruang dan waktu. Padahal pada fase berikutnya kita menemukan bahwa ruang dan waktu itu masuk ke langit, karena pikiran kita bisa memikirkan 2 buah titik yang berbeda. Bagaimana kita bisa memikirkan 2 buah titik yang berbeda? Melalui bayangan yang ada di bumi. Yang terikat oleh ruang dan waktu. Yang ada di papan tulis. Itu namanya hermeneutika. Yaitu pikiran menerjemahkan kenyataan. Kenyataan menerjemahkan pikiran, dsb. Lalu apa artinya 2+2? Jika titik tidak terikat ruang dan waktu maka dalam pikiran hanya ada satu titik. Titik A dan B dst itu merupakan titik yang sama yang tidak terikat ruang dan waktu. Maka kalau titik yang sama bagaimana bisa membuat garis AB? Maka kita minta tolong bayangan yang ada di bumi atau karena itu pikiran. Kenapa begitu? Itulah manusia yang tidak sempurna. Bisa memikirkan dari bayangannya. Kalau begitu 2=2 atau tdk sama dengan 2? 2 tidak sama dg 2 karena 2 yang satu terbuat jadi jadah yg 1 dari benang. Yang 1 karton yg satu tripleks. Materialnya 2. Ada di bumi. Bisa dipukul, bisa dilihat, dituliskan. Naik sedikit, lalu dalam pikiran kita ada berapa dua?
Kalau ada banyak 2 berarti terikat oleh ruang dan waktu. Bisa dibedakan 2A dan 2B. Tetapi bedanya dengan titik itu apa? Dan garis? Ternyata yang ada dipikiran kita pun bertingkat-tingkat. Kedudukan 2 itu lebih tinggi daripada titik. Karena titik, garis, bidang dalam pikiran kita itu refleksi dari pikiran kita. Atau bayangan dari bayangan kita. Kalau saya katakan yang kenyataan bayangan dari pikian kita, ternyata titik garis bidang itu bayangan dari pikiran kita. Jadi di dalam pikiran struktur geometri lebih rendah daripada artimetik. Struktur aritmetik bilangan tadi, bilangan 2 dalam pikiran kita cuma ada 1. Tidak ada bilangan 2 pertama  dan 2 kedua. Kalau titik, dalam pikiran kita walau titik A dan titik B tetapi beda. Kalau titiknya cuma ada satu kita tidak bisa bikin garis. Semua itu benda pikir yang terbebas ruang dan waktu. Sekarang kita sudah lebih rinci memikirkan. Sama-sama dipikirkan, tapi dalam pikiran kita bertingkat-tingkat. Itulah critical, daya kritis. Batuk, itu kenyataan, terikat ruang dan waktu.
Pola pikir kita itu mencerdaskan. Pola pikir kita bertingkat-tingkat. Bilangan lebih tinggi kedudukannya daripada geometri di dalam pikiran kita, lebih abstrak. Karena kalau geometri itu bayangan dari kenyataan. Karena kemarin kita berpikir geometri di dalam pikiran kita adalah bayangan dari kenyataan. Aritmetik bilangan juga bayangan kenyataan tetapi terbatas. Dalam bilangan kita menemukan bilangan imajiner. Bilangan imajiner itu lebih tinggi kedudukannya daripada bilangan 2, atau bilangan bulat. Bilangan rasional lebih tinggi daripada bilangan bulat. Bilangan imajiner lebih tinggi daripada rasional. Bilangan imaginer mengandung bilangan rasional.
Seperti abstraksinya abstraksi, abstraksi itu diabstraksi itu kan reduksi, abtraksi itu sebenarnya reduksi. Sama-sama pengertiannnya, yang mana yang duluan, mana yang lebih sempit dan mana komponennya. Kalau berbicara abstraksinya titik itu wadah dan isi. Idealnya titik wadah dan isi. Ketemu bahwa abstraksi sama ideal itu sama. Ketika abstraksi dan ideal sama maka tingkatan lebih tinggi lagi kedudukan. Bicara objek pikir. Abstraksinya abstraksi, idealnya abstraksi sama-sama reduksi. Reduksi lebih tinggi lagi. Reduksi istilah filsafat. Orang awan, bilang memilih. Memilih dan dipilih. Walau memilih dan dipilih tapi memilih reduksi, dipilih juga reduksi. Reduksi yang memilih dan reduksi yang dipilih beda apa? Kalau tidak bisa membedakan, ilmu yang membedaka. Yang terbeda komponennya. Berarti reduksi lebih tinggi daripada memilih dan dipilih. Sebab reduksi ada dua memilih dan dipilih, maka yang di break down itu kedudukannya lebih tinggi. Prinsip berpikir filsafat. Keluarga ada suami, sitri, anak cucu. Istri lebih tinggi daripada anak cucu. Maka semua ontologi semua yang ada dan yang mungkin ada, yang lebih tinggi lagi.
Kemudian setinggi-tinggi yang ada dan yang mungkin ada itu dasarnya wadah dan isi. Maka wadah dan isi itu komfonita. Wadah sebagai takdirnya , isi sebagai ikhtiarnya. Komform ternyata ciptaan Tuhan, setara filsafat itu wadah dan isi. Yang kelihatan semua itu wadah. Jiwa semangat perasaan itu isi. Padahal wadah berisi. Padahal isi di dalamnya wadah. Wadah berisi terusss, itulah infinite regress.
Abstraksi dari ideal, ideal itu tidak sekedar sempurna, di atas sempurna. Dan di dunia tidak ada yang sempurna. Idealnya ideal yang paling sempurna daripada yang sempurna adalah kuasa Tuhan. Gunanya berfilsafat. Sehingga jadi tau kedudukan pikiran kita. Juga abstraksi dari ideal. Ideal kita ambil saripatinya ya absolute. karena ideal itu ideal di sini, di sini, terus apa komponennya yang merangkum semua itu, ya absolute. Kalau sudah absolute tidak universal, tapi terangkum semuanya. Kalau sudah masuk dalam dirimu, tidak lagi absolute. Dan absolute kalau diringkas lagi, disari lagi. Maka pada akhirnya ketemuanya kuasa Tuhan. Menunjukkan konsep pikiran dengan spiritual. Pikiranmu yang paling tinggi kalau diabstraksi, diideal jadi kuasa Tuhan. Pikiranmu yang tertinggi itu kalau diabstraksi diideal jadi kuasa Tuhan. Idealnya dari wadah. HP ini. Wadah dari HP ini tangan saya. Idealnya yang lebih tinggi lagi. Yang bisa mewadahi wadah ini, wadah ini adalah isi dari tangan saya. HP sebagai wadah, di dalamnya ada program, ada kontak. Wadah berisi, wadah berisi itu namanya infinite regress. Dan yang tidak abis itu semua yang ada dan yang mungkin ada. Kalau udah menyadari, kita mau kemana. Ideal dari isi itu wadah, dan ideal dari wadah itu isi. Tapi wadah dengan maksud yang lain kalau sudah terikat ruang dan wadah. Isi juga. Demikian seterusnya. Jadi, juga banyak sekali permainan-permainan pikiran. Metafisik. Epistemologi. Metasik, sebaliknya, esensi disebaliknya. Metodenya, semua esensi disebaliknya pda akhirnya kausa Tuhan. Filsafat itu seberapa jauh dari sini sampai kuasa Tuhan aku memikirkannya dengan pikiran kita. Kalau sudah sampai kuaa Tuhan berhenti. Selagi ke sini sampai ke sana itu pikiran kita. Maka metafisik dari semua yang ada dan yang mungkin ada itu kuasa Tuhan, tetapi metafisik dari warna HP ini, kalau menggunakan pikiran, warnanya selain warna hitam. Apa metafisik dari warna HP saya? Dijawab kuasa Tuhan ya betul, setelah berikhtiar semua. Itulah dimensi yang bertingkat-tingkat. Sesuai ruang dan waktu. Ruang dan waktu sesuai dengan omongan kita apa.
Awal jaman, akhir jaman. Kalau berpikir filsafat direduksi dan diekestensi. Awal jaman 1, 2, 3 4, dst. Kita harus membaca teori berpikir dari immanuel kant. Karena itu penting sekali terkait filsafat. The critic of pure reason 1671. Awal dan akhir jamaan. Awalan kita berpikir, akhiran kita berpikir.Berpikir tingkat yang paling tinggi, berfilsafat. Mengambil keputusan,awalannya kesadarana. Melalui persepsi, persepsi melalui pikiran, melaui logika. Nalar. Bertingkat-tingkat. Sampai terjadi kualitas berpikir. Kita berpikir 2 dengan cepat karena sudah ada skema. Awal akhir jaman. Mulai lahir sampai mati. Karena bahasa analog. Awal akhir jaman oang awam kiamat. Kiamt kecil kiamat besar.
Konsep sedekah. Ekstensi, filsafat itu kan intensi dan ekstensi. Sedekah itu kalau kita teliti mulai dari material, formal, normatif dan spiritual. Formalnya sedekah dikasihkan orang difoto. Materialnya materi. Normatif jadi pikiran hanya semata-mata pikiran, apakah sedekah itu. Sedekah ilmu. Aku akan sedekah ilmu. Sedekah memberikan sesuatu, sebagian pikiran kita kuasa Tuhan. Banyak sekali hukum alam yang kita tidak ngerti. Jawaban ini sebagian dipikirkan sebagian kuasa Tuhan. Makanya bahaya kalu sudah bisa mengklaim kita bisa semuanya.
Hukumnya hermeneutika, berputar-putar. Sialturahmi.Sebagian memperkirakan, sebgaian tidak. Sebagian dipikirkan sebagian tidak. Hidup itu seperti mesin. Tuhan menciptakan manusia sebagai struktur. Menembus ruang dan waktu. Manusia batu pun iya. Sedekah itu memasukkan unsur dalam suatu mesin produksi sedekah di sertai doa pantul memantu diterjemahkan, refleksi dari bayangan dan seterusnya, hukum-hukum dari kuasa Tuhan. Sebenarnya kita paham sedikit alam semesta. Alam bergerak, tetapi tidak ada yang tahu ke arah yang mana. Bumi berputar dalam porosnya, sambil mengelilingi matahari. Tapi selama 12 bulan kembali ke posisi seperti itu. Sementara bumi berputar, dan perputaran ni tidak pernah sampai apda suatu tempat, berbeda. Dan kita tidak menyadari. Sama seperti seekor semut, tidak sadar sampai di Cirebon atau di mana. Sama sepeti itu, unsur sedekah pun begitu. Psikologi diturunkan jadi sosiologi masyarakat. Namun belum sampai ke takdir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar