Nama : Dian Andarwati
NIM :
17709251063
Pendidikan Matematika (S2) Kelas C
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu
Selasa, 31 Oktober 2017
Perkuliahan
Filsafat Ilmu ini diampun oleh Bapak Marsigit. Perkuliahan pada hari selasa, 31
Oktober 2017 ini dimulai dengan tes jawab singkat. Adapun pertanyaan dan
jawabannya adalah sebagai berikut.
1. Apa
abstraksinya titik? wadah
2. Apa
bastraiksinya titiik? isi
3. Apa
idealnya titik?wadah
4. Apa
idelanya titik?isi
5. Apa
abstraksinya abstraksi?reduksi
6. Apa
idelanya abstraksi?reduksi
7. Apa
abstraksinya ideal?absolute
8. Apa
idealnya ideal?absolute
9. Apa
abstraksinya absolute?kuasa Tuhan
10. Apa
idealnya absolute?kuasa Tuhan
11. Apa
idealnya wadah?isi
12. Apa
idealnya isi?wadah
13. Apa
abstraksinya wadah?isi
14. Apa
abstraksinya isi?wadah
15. Apa
metafisiknya wadahi?isi
16. Apa
metafisiknya isi?wadah
17. Apa
metafisiknya bastraksi?reduksi
18. Apa
metafisiknya ideal?absolute
19. Apa
metafisiknya absolute?kuasa Tuhan
20. Apa
metafisiknya metafisik? Metafisik
21. Apa
abstraksinya metafisik? Epistemologi
22. Apa
idealnya metafisik? Metafisik
23. Apa
wadahnya metafisik? Epistemologi
24. Apa
isinya metafisik? Yang ada dan yang mungkin ada
25. Apa
absolutenya metafisik? Kuasa Tuhan
Prof.
Marsigit sering sekali mengawali perkuliahan dengan pertanyaan. Karena fungsi
dari pertanyaan adalah mengadakan yang mungkin ada. Pertanyaan-pertanyaan itu
kreativitas dalam pikiran kita.
Abstraksinya
titik. Sebnarnya titik itu sudah hasil abstrak. Titik itu benda pikir. Karena
abstraksi maka tidak punya tebal. Titik tipak pensil/bolpen. Yang kita tulis di
papan tulis itu kan bayangan dari titik. Tetapi titik yang sebenarnya itu objek
pikir yang tidak punya tebal. Tetapi dia punya sifat. Hanya orang filsafat yang
paham komponen titik, yaitu wadah dan isi. Wadahnya titik dan isinya titik.
Kalau diperes lagi, diabstraksi lagi ketemunya cuma wadah dan isi. Kemudian
tinggal titik itu ada berapa macam. Ternyata meliputi yang ada dan yang mungkin
ada. Karena kita bisa membuat titik A dan titik B kemudian dibuat garis.
Menjadi garis AB. Kalau sudah seperti itu ada garis AB yang melalui 2 buah
titik yang berbeda, nah itu adalah ruang dan waktu. Padahal ruang dan waktu
yang bisa kita merasakan dan pahami kan di sini dan di sana. Artinya ciri-ciri
ruang bisa dipukul, diraba, dirasa, dkk itu ruang. Meja yang kemarin itu waktu.
Padahal kita berbicara titik. Titik di gambar itu adalah titik yang bayangan,
yang konkret, yang di bumi. Padahal titik itu yang kita pikirkan. Itulah
sulitnya belajar filsafat bagi anak muda, aank kecil. Palaagi di mtka di ket 2
buah titik A dan B, itu artinya di tempat yang bebas ruang dan waktu secara
univerasal dimasuki unsur ruang dan waktu.
Yang
selama ini kita rasakan kan ruang dan waktu. Kita terikat di bumi oleh ruang
dan waktu. Padahal pada fase berikutnya kita menemukan bahwa ruang dan waktu
itu masuk ke langit, karena pikiran kita bisa memikirkan 2 buah titik yang
berbeda. Bagaimana kita bisa memikirkan 2 buah titik yang berbeda? Melalui
bayangan yang ada di bumi. Yang terikat oleh ruang dan waktu. Yang ada di papan
tulis. Itu namanya hermeneutika. Yaitu pikiran menerjemahkan kenyataan.
Kenyataan menerjemahkan pikiran, dsb. Lalu apa artinya 2+2? Jika titik tidak
terikat ruang dan waktu maka dalam pikiran hanya ada satu titik. Titik A dan B
dst itu merupakan titik yang sama yang tidak terikat ruang dan waktu. Maka
kalau titik yang sama bagaimana bisa membuat garis AB? Maka kita minta tolong
bayangan yang ada di bumi atau karena itu pikiran. Kenapa begitu? Itulah
manusia yang tidak sempurna. Bisa memikirkan dari bayangannya. Kalau begitu 2=2
atau tdk sama dengan 2? 2 tidak sama dg 2 karena 2 yang satu terbuat jadi jadah
yg 1 dari benang. Yang 1 karton yg satu tripleks. Materialnya 2. Ada di bumi.
Bisa dipukul, bisa dilihat, dituliskan. Naik sedikit, lalu dalam pikiran kita
ada berapa dua?
Kalau
ada banyak 2 berarti terikat oleh ruang dan waktu. Bisa dibedakan 2A dan 2B. Tetapi
bedanya dengan titik itu apa? Dan garis? Ternyata yang ada dipikiran kita pun
bertingkat-tingkat. Kedudukan 2 itu lebih tinggi daripada titik. Karena titik,
garis, bidang dalam pikiran kita itu refleksi dari pikiran kita. Atau bayangan
dari bayangan kita. Kalau saya katakan yang kenyataan bayangan dari pikian
kita, ternyata titik garis bidang itu bayangan dari pikiran kita. Jadi di dalam
pikiran struktur geometri lebih rendah daripada artimetik. Struktur aritmetik
bilangan tadi, bilangan 2 dalam pikiran kita cuma ada 1. Tidak ada bilangan 2
pertama dan 2 kedua. Kalau titik, dalam
pikiran kita walau titik A dan titik B tetapi beda. Kalau titiknya cuma ada
satu kita tidak bisa bikin garis. Semua itu benda pikir yang terbebas ruang dan
waktu. Sekarang kita sudah lebih rinci memikirkan. Sama-sama dipikirkan, tapi
dalam pikiran kita bertingkat-tingkat. Itulah critical, daya kritis. Batuk, itu
kenyataan, terikat ruang dan waktu.
Pola
pikir kita itu mencerdaskan. Pola pikir kita bertingkat-tingkat. Bilangan lebih
tinggi kedudukannya daripada geometri di dalam pikiran kita, lebih abstrak. Karena
kalau geometri itu bayangan dari kenyataan. Karena kemarin kita berpikir geometri
di dalam pikiran kita adalah bayangan dari kenyataan. Aritmetik bilangan juga
bayangan kenyataan tetapi terbatas. Dalam bilangan kita menemukan bilangan
imajiner. Bilangan imajiner itu lebih tinggi kedudukannya daripada bilangan 2,
atau bilangan bulat. Bilangan rasional lebih tinggi daripada bilangan bulat. Bilangan
imajiner lebih tinggi daripada rasional. Bilangan imaginer mengandung bilangan rasional.
Seperti
abstraksinya abstraksi, abstraksi itu diabstraksi itu kan reduksi, abtraksi itu
sebenarnya reduksi. Sama-sama pengertiannnya, yang mana yang duluan, mana yang
lebih sempit dan mana komponennya. Kalau berbicara abstraksinya titik itu wadah
dan isi. Idealnya titik wadah dan isi. Ketemu bahwa abstraksi sama ideal itu
sama. Ketika abstraksi dan ideal sama maka tingkatan lebih tinggi lagi kedudukan.
Bicara objek pikir. Abstraksinya abstraksi, idealnya abstraksi sama-sama
reduksi. Reduksi lebih tinggi lagi. Reduksi istilah filsafat. Orang awan,
bilang memilih. Memilih dan dipilih. Walau memilih dan dipilih tapi memilih
reduksi, dipilih juga reduksi. Reduksi yang memilih dan reduksi yang dipilih beda
apa? Kalau tidak bisa membedakan, ilmu yang membedaka. Yang terbeda komponennya.
Berarti reduksi lebih tinggi daripada memilih dan dipilih. Sebab reduksi ada
dua memilih dan dipilih, maka yang di break down itu kedudukannya lebih tinggi.
Prinsip berpikir filsafat. Keluarga ada suami, sitri, anak cucu. Istri lebih
tinggi daripada anak cucu. Maka semua ontologi semua yang ada dan yang mungkin
ada, yang lebih tinggi lagi.
Kemudian
setinggi-tinggi yang ada dan yang mungkin ada itu dasarnya wadah dan isi. Maka
wadah dan isi itu komfonita. Wadah sebagai takdirnya , isi sebagai ikhtiarnya.
Komform ternyata ciptaan Tuhan, setara filsafat itu wadah dan isi. Yang
kelihatan semua itu wadah. Jiwa semangat perasaan itu isi. Padahal wadah
berisi. Padahal isi di dalamnya wadah. Wadah berisi terusss, itulah infinite
regress.
Abstraksi
dari ideal, ideal itu tidak sekedar sempurna, di atas sempurna. Dan di dunia tidak
ada yang sempurna. Idealnya ideal yang paling sempurna daripada yang sempurna
adalah kuasa Tuhan. Gunanya berfilsafat. Sehingga jadi tau kedudukan pikiran
kita. Juga abstraksi dari ideal. Ideal kita ambil saripatinya ya absolute.
karena ideal itu ideal di sini, di sini, terus apa komponennya yang merangkum
semua itu, ya absolute. Kalau sudah absolute tidak universal, tapi terangkum
semuanya. Kalau sudah masuk dalam dirimu, tidak lagi absolute. Dan absolute
kalau diringkas lagi, disari lagi. Maka pada akhirnya ketemuanya kuasa Tuhan.
Menunjukkan konsep pikiran dengan spiritual. Pikiranmu yang paling tinggi kalau
diabstraksi, diideal jadi kuasa Tuhan. Pikiranmu yang tertinggi itu kalau
diabstraksi diideal jadi kuasa Tuhan. Idealnya dari wadah. HP ini. Wadah dari
HP ini tangan saya. Idealnya yang lebih tinggi lagi. Yang bisa mewadahi wadah
ini, wadah ini adalah isi dari tangan saya. HP sebagai wadah, di dalamnya ada program,
ada kontak. Wadah berisi, wadah berisi itu namanya infinite regress. Dan yang
tidak abis itu semua yang ada dan yang mungkin ada. Kalau udah menyadari, kita
mau kemana. Ideal dari isi itu wadah, dan ideal dari wadah itu isi. Tapi wadah
dengan maksud yang lain kalau sudah terikat ruang dan wadah. Isi juga. Demikian
seterusnya. Jadi, juga banyak sekali permainan-permainan pikiran. Metafisik.
Epistemologi. Metasik, sebaliknya, esensi disebaliknya. Metodenya, semua esensi
disebaliknya pda akhirnya kausa Tuhan. Filsafat itu seberapa jauh dari sini
sampai kuasa Tuhan aku memikirkannya dengan pikiran kita. Kalau sudah sampai
kuaa Tuhan berhenti. Selagi ke sini sampai ke sana itu pikiran kita. Maka
metafisik dari semua yang ada dan yang mungkin ada itu kuasa Tuhan, tetapi
metafisik dari warna HP ini, kalau menggunakan pikiran, warnanya selain warna
hitam. Apa metafisik dari warna HP saya? Dijawab kuasa Tuhan ya betul, setelah
berikhtiar semua. Itulah dimensi yang bertingkat-tingkat. Sesuai ruang dan
waktu. Ruang dan waktu sesuai dengan omongan kita apa.
Awal
jaman, akhir jaman. Kalau berpikir filsafat direduksi dan diekestensi. Awal
jaman 1, 2, 3 4, dst. Kita harus membaca teori berpikir dari immanuel kant. Karena
itu penting sekali terkait filsafat. The critic of pure reason 1671. Awal dan
akhir jamaan. Awalan kita berpikir, akhiran kita berpikir.Berpikir tingkat yang
paling tinggi, berfilsafat. Mengambil keputusan,awalannya kesadarana. Melalui
persepsi, persepsi melalui pikiran, melaui logika. Nalar. Bertingkat-tingkat.
Sampai terjadi kualitas berpikir. Kita berpikir 2 dengan cepat karena sudah ada
skema. Awal akhir jaman. Mulai lahir sampai mati. Karena bahasa analog. Awal
akhir jaman oang awam kiamat. Kiamt kecil kiamat besar.
Konsep
sedekah. Ekstensi, filsafat itu kan intensi dan ekstensi. Sedekah itu kalau
kita teliti mulai dari material, formal, normatif dan spiritual. Formalnya
sedekah dikasihkan orang difoto. Materialnya materi. Normatif jadi pikiran hanya
semata-mata pikiran, apakah sedekah itu. Sedekah ilmu. Aku akan sedekah ilmu.
Sedekah memberikan sesuatu, sebagian pikiran kita kuasa Tuhan. Banyak sekali
hukum alam yang kita tidak ngerti. Jawaban ini sebagian dipikirkan sebagian
kuasa Tuhan. Makanya bahaya kalu sudah bisa mengklaim kita bisa semuanya.
Hukumnya
hermeneutika, berputar-putar. Sialturahmi.Sebagian memperkirakan, sebgaian
tidak. Sebagian dipikirkan sebagian tidak. Hidup itu seperti mesin. Tuhan
menciptakan manusia sebagai struktur. Menembus ruang dan waktu. Manusia batu
pun iya. Sedekah itu memasukkan unsur dalam suatu mesin produksi sedekah di
sertai doa pantul memantu diterjemahkan, refleksi dari bayangan dan seterusnya,
hukum-hukum dari kuasa Tuhan. Sebenarnya kita paham sedikit alam semesta. Alam
bergerak, tetapi tidak ada yang tahu ke arah yang mana. Bumi berputar dalam
porosnya, sambil mengelilingi matahari. Tapi selama 12 bulan kembali ke posisi
seperti itu. Sementara bumi berputar, dan perputaran ni tidak pernah sampai
apda suatu tempat, berbeda. Dan kita tidak menyadari. Sama seperti seekor
semut, tidak sadar sampai di Cirebon atau di mana. Sama sepeti itu, unsur
sedekah pun begitu. Psikologi diturunkan jadi sosiologi masyarakat. Namun belum
sampai ke takdir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar