Nama : Dian Andarwati
NIM :
17709251063
Pendidikan Matematika (S2) Kelas C
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu
Selasa, 14 November 2017
Perkuliahan
Filsafat Ilmu ini diampun oleh Bapak Marsigit. Perkuliahan pada hari selasa, 14
November 2017 ini dimulai dengan tes jawab singkat. Adapun pertanyaan dan
jawabannya adalah sebagai berikut.
1. Wadahnya
doa: ikhlas
2. Isinya
doa: pahala
3. Adanya
doa: potensi
4. Mengadanya
doa: ikhtiar
5. Pengadanya
doa: keyakinan
6. Wadahnya
batu: materi
7. Isinya
batu: materi
8. Adanya
batu: potensi
9. Mengadanya
batu: materi – materi menembus ruang dan waktu
10. Pengadanya
batu: materi
11. Wadahnya
perdagangan: transaksi
12. Isinya
perdagangan: barang dagangan
13. Wadahnya
psikologi: ilmu
14. Isinya
psikologi: gejala jiwa
15. Wadahnya
bilangan: variabel
16. Isinya
bilangan: konstanta
17. Wadahnya
angka: lambang
18. Isinya
angka: nilai
19. Wadahnya
perkalian: operasi
20. Isinya
perkalian: penjumlahan
21. Wadahnya
penjumlahan: operasi
22. Isinya
penjumlahan: ekstensi
23. Wadahnya
persepsi:kesadaran
24. Isinya
persepsi: arti
25. Isinya
arti: konsep
Hubungan
antara soal-soal adalah sama-sama kita pikirkan. Aku bertanya kamu mikir tiu
namanya hubungan. Pertanyaan dari Nurika: Mengapa untuk suatu kebahagian harus
dimulai dari kesedihan/kesengsaranaan? Jawaban: Enggak itu kan tesis. Prof
Marsigit punya anti tesis. Maka filsafat penjelasannya. Berfilsafat itu mampu
menjelaskan. Menurut Prof Marsigit kebahagiaan itu kebaikan dari sisi
filsafatnya yang ada dan yang mungkin ada itu berpotensi dua, kebahagiaan dan
kesedihan. Kebahagiaan itu hermneneutika, satu sisi bersifat deduktif. Hidup
itu bahagia. Orang yang paling bahagia adalah yang pandai bersyukur. Dengan
sang pencipta. Itu semua keyakinan. Maka bahagia itu deduktif. Orang yang susah
diterangai filsafatnya keyakinannya tidak terlalu kokoh. Ada orang yang mati
bahagia. Ada orang yang sakit itu bahagia. Kaitannya dengan ruang lingkup
kebahagiaan. Kebahagiaan dalam level material, kakiku kecepit, tidak bahagia.
Sepatuku kekecilen. Tidak pas. Bahagia langit dan bahagia bumi. Batu ditabrak
mobil pecah, tidak bahagia secara material. Batu bisa dimanfaatkan, untuk
tembok, bahagia.
Hubungan
antara pikiran dan hati. Pikiran itu benar salah. Hati itu baik buruk. Benarnya
baik itu apa? Apakah benarnya baik? Apakah salahnya baik? Pertanyaan gampang,
jawaban susah. Senang gembira cocok, senang. Cocoknya senang. Senangnya cocok.
Orang filsafat bingung dengan pertanyaan, maka belum bisa berfilsafat. Antara
benar dan salah masih ada ragu-ragu. Semua itu berhubungan menurut filsafat.
Baiknya doa, jeleknya doa. Berdoa untuk keburukan itu jelek atau doa yang tidak
ikhlas. Padahal antara jelek dan baik, 1000 x 1000 pangkat pun aku tidak mampu
mendefinisikan.
Pertanyaan
dari Fitri: Bapak pernah tidak merasakan keajabiban doa pada saat umroh?
Jawaban Prof Marsigit: Itu subjektif. Beliau merasa bukan kiai. Awalnya
pesimis, apakah Alloh bersedia menerima, sementara banyak dosa. Namun di saat
itu juga ada mahasiswa yang menawarkan datang ke rumah, mengajak sholat hajat
untuk bapak bersama yang lain. Datang. Yang datang ada mahasiswa S3, ada
dosen-dosen. Ada yang UIN juga. Ternyata doa yang diikuti banyak orang, banyak dan
ikhlas, dan diri sendiri ikut, menggambarkan sebuah batu yang ditaruh dan
diplinthengkan. Akhirnya segala macam bisa diatasi. Mulai dari tidak kenal sama
sekali, Masjid Nabawi, Roudoh hingga akhirnya mengenal dan merasakan. Terjadi
keseimbangan antara usaha dan doa. Doa dan saran Bapak Marsigit, umroh ke sana
adalah cita-cita setiap muslim. Pada saat umroh, beliau sempat disorientasi
arah kiblat sholat. Sebenarnya tidak usah di kabah, di sini pun asal ikhlas dan
Alloh ridlo, pasti jarak Alloh dan kita sangat dekat. Secara filsafat kalau
diturunkan kebawah Alloh itu absolute dan dunia mengikuti aturan-Nya. Hukum
Alloh, Alloh itu tidak jauh dari dirimu. Maka ketika ada orang yang mau
membakar kakbah, maka hukum alam, tak perlu pengadilan, hukumnya lansgung. Itu
yang ditakuti. Kuasa Alloh seperti itu. Maka di sna jangan main-main. Di sana
itu barokah semua. Ada suatu tempat yang melebihi tempat-tempat yang lain, dan
waktunya tidak sembarang, dan hanya dhuhur sampai ashar. Isinya berdoa. Sholat.
Dalam filsafat diturunkan dari spiritual maka menjadi pikiran. Kalau orang
Islam menjadi ladasan. Filsafat itu kan pikiran. Filsuf. Alam itu tercipta
karena barokah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar