Senin, 01 Januari 2018

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Selasa, 14 November 2017

Nama  : Dian Andarwati
NIM    : 17709251063
Pendidikan Matematika (S2) Kelas C
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu
Selasa, 14 November 2017
Perkuliahan Filsafat Ilmu ini diampun oleh Bapak Marsigit. Perkuliahan pada hari selasa, 14 November 2017 ini dimulai dengan tes jawab singkat. Adapun pertanyaan dan jawabannya adalah sebagai berikut.
1.      Wadahnya doa: ikhlas
2.      Isinya doa: pahala
3.      Adanya doa: potensi
4.      Mengadanya doa: ikhtiar
5.      Pengadanya doa: keyakinan
6.      Wadahnya batu: materi
7.      Isinya batu: materi
8.      Adanya batu: potensi
9.      Mengadanya batu: materi – materi menembus ruang dan waktu
10.  Pengadanya batu: materi
11.  Wadahnya perdagangan: transaksi
12.  Isinya perdagangan: barang dagangan
13.  Wadahnya psikologi: ilmu
14.  Isinya psikologi: gejala jiwa
15.  Wadahnya bilangan: variabel
16.  Isinya bilangan: konstanta
17.  Wadahnya angka: lambang
18.  Isinya angka: nilai
19.  Wadahnya perkalian: operasi
20.  Isinya perkalian: penjumlahan
21.  Wadahnya penjumlahan: operasi
22.  Isinya penjumlahan: ekstensi
23.  Wadahnya persepsi:kesadaran
24.  Isinya persepsi: arti
25.  Isinya arti: konsep
Hubungan antara soal-soal adalah sama-sama kita pikirkan. Aku bertanya kamu mikir tiu namanya hubungan. Pertanyaan dari Nurika: Mengapa untuk suatu kebahagian harus dimulai dari kesedihan/kesengsaranaan? Jawaban: Enggak itu kan tesis. Prof Marsigit punya anti tesis. Maka filsafat penjelasannya. Berfilsafat itu mampu menjelaskan. Menurut Prof Marsigit kebahagiaan itu kebaikan dari sisi filsafatnya yang ada dan yang mungkin ada itu berpotensi dua, kebahagiaan dan kesedihan. Kebahagiaan itu hermneneutika, satu sisi bersifat deduktif. Hidup itu bahagia. Orang yang paling bahagia adalah yang pandai bersyukur. Dengan sang pencipta. Itu semua keyakinan. Maka bahagia itu deduktif. Orang yang susah diterangai filsafatnya keyakinannya tidak terlalu kokoh. Ada orang yang mati bahagia. Ada orang yang sakit itu bahagia. Kaitannya dengan ruang lingkup kebahagiaan. Kebahagiaan dalam level material, kakiku kecepit, tidak bahagia. Sepatuku kekecilen. Tidak pas. Bahagia langit dan bahagia bumi. Batu ditabrak mobil pecah, tidak bahagia secara material. Batu bisa dimanfaatkan, untuk tembok, bahagia.
Hubungan antara pikiran dan hati. Pikiran itu benar salah. Hati itu baik buruk. Benarnya baik itu apa? Apakah benarnya baik? Apakah salahnya baik? Pertanyaan gampang, jawaban susah. Senang gembira cocok, senang. Cocoknya senang. Senangnya cocok. Orang filsafat bingung dengan pertanyaan, maka belum bisa berfilsafat. Antara benar dan salah masih ada ragu-ragu. Semua itu berhubungan menurut filsafat. Baiknya doa, jeleknya doa. Berdoa untuk keburukan itu jelek atau doa yang tidak ikhlas. Padahal antara jelek dan baik, 1000 x 1000 pangkat pun aku tidak mampu mendefinisikan.
Pertanyaan dari Fitri: Bapak pernah tidak merasakan keajabiban doa pada saat umroh? Jawaban Prof Marsigit: Itu subjektif. Beliau merasa bukan kiai. Awalnya pesimis, apakah Alloh bersedia menerima, sementara banyak dosa. Namun di saat itu juga ada mahasiswa yang menawarkan datang ke rumah, mengajak sholat hajat untuk bapak bersama yang lain. Datang. Yang datang ada mahasiswa S3, ada dosen-dosen. Ada yang UIN juga. Ternyata doa yang diikuti banyak orang, banyak dan ikhlas, dan diri sendiri ikut, menggambarkan sebuah batu yang ditaruh dan diplinthengkan. Akhirnya segala macam bisa diatasi. Mulai dari tidak kenal sama sekali, Masjid Nabawi, Roudoh hingga akhirnya mengenal dan merasakan. Terjadi keseimbangan antara usaha dan doa. Doa dan saran Bapak Marsigit, umroh ke sana adalah cita-cita setiap muslim. Pada saat umroh, beliau sempat disorientasi arah kiblat sholat. Sebenarnya tidak usah di kabah, di sini pun asal ikhlas dan Alloh ridlo, pasti jarak Alloh dan kita sangat dekat. Secara filsafat kalau diturunkan kebawah Alloh itu absolute dan dunia mengikuti aturan-Nya. Hukum Alloh, Alloh itu tidak jauh dari dirimu. Maka ketika ada orang yang mau membakar kakbah, maka hukum alam, tak perlu pengadilan, hukumnya lansgung. Itu yang ditakuti. Kuasa Alloh seperti itu. Maka di sna jangan main-main. Di sana itu barokah semua. Ada suatu tempat yang melebihi tempat-tempat yang lain, dan waktunya tidak sembarang, dan hanya dhuhur sampai ashar. Isinya berdoa. Sholat. Dalam filsafat diturunkan dari spiritual maka menjadi pikiran. Kalau orang Islam menjadi ladasan. Filsafat itu kan pikiran. Filsuf. Alam itu tercipta karena barokah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar