Sabtu, 15 Oktober 2011

Resume (4) English for Mathemathics Education I, Week (6)

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
MENUJU
PERGURUAN TINGGI BERTARAF INTERNASIONAL (PTBI)
“Yogyakarta State University on the move toward World Class University”
Disampaikan pada Seminar Tentang Penelitian dan Pendidikan Matematika
Serta Kontribusinya Dalam Upaya Pencapaian WCU (World Class University)
di FMIPA UNY, Sabtu, 5 Desember 2009

By                   : Dr. Marsigit
Reviewed by   : Dian Andarwati_09313244020

Mr. Marsigit told that in implementing World Class Univerity program for 2 years, foundthe following conclusion and suggestion:
1.      English ability of the lecturer should be increased
2.      Students needed to get more opportunity to increase their englsih ability
3.      The cooperative with others university need to develop intensively
4.      The MOU with others university need to be realized
5.      The lecturer need to increase their ability to do research and publish their research in international journal
6.      Information system should be developed, included developing Web, bilingual web
7.      Developing the cooperative between lecturer UNY and the other lecturer in national and international scale
8.      Realizing joint activity individually or with institution
9.      Need support from administration staff and equipment to support WCU
10.  Need the support and one understanding from all civita UNY to support the paradigm of WCU
11.  Need to be communicated  and sosialited continuously about direction, goal, and all about WCU
12.  Need support and formal basic from universitas from developing UNY to WCU

Resume (3) English for Mathemathics Education I, Week (6)

PROMOTING LESSON STUDY IN INDONESIA:
A Case of Primary and Secondary Mathematics and Science
Teaching
To be Presented at
Workshop and International Symposium:
LessonStudy Pembelajaran Matematika dan Penjas Adapted Untuk
Anak Berkebutuhan Khusus, Faculty of Education (FIP),
Yogyakarta State University
23 – 25 August 2008

Oleh                :  Dr. Marsigit, M.A.
Ikhtisar Oleh   : Dian Andarwati_09313244020

            Dalam perkembangan metode belajar mengajar, pendidik perlu merencanakan skenario mengajarnya, merencanakan aktivitas peserta didiknya, merencanakan peranan pendidik, mendistribusikan tugas, mengembangkan penilaian pembelajaran, dan memonitoring pencapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengembangkan pengalamannya, pendidik juga harus sesering mungkin berpartisipasi dalam seminar dan workshop matematika.

            Untuk mengembangkan dan meningkatkan matematika Indonesia, pemerintah juga seharusnya menata kembali kurikulum dan standar kompetensi yang harus dicapai peserta didik Indonesia. Pendefinisian kembali terhadap metode dan strategi mengajar, penilaian pembelaran, maupun substansi materi yang diberikan terhadap peserta didik.

Peninjauan ulang terhadap pembelajaran matematika Indonesia diharapkan akan meningkatkan prestasi matematika Indonesia dikancah dunia, mengingat saat ini matematika dianggap susah oleh sebagian masyarakat Indoneisa. Hal ini merupakan tugas pendidik matematika untuk meluruskan persepsi tersebut dengan mengubah matematika menjadi menyenangkan sehingga prestasi yang gemilang pun akan dicapai Indonesia. 

Resume (2) English for Mathemathics Education I, Week (6)

STRATEGI
MENYIAPKAN SDM MENUJU SEKOLAH DASAR
BERSTANDAR
NASIONAL DAN INTERNASIONAL
Disampaikan Pada:
Workshop Meretas Jalan menuju SDSN Yang Profesional dan
Mandiri
Sabtu, 27 Maret 2010
RSBG Jl. Kartini
Temanggung, Jawa Tengah

By                   : Dr. Marsigit
Reviewed by   : Dian Andarwati_09313244020

Many kinds of activities that done by Mr.Marsigit in PLPG, studium general, and workshop,he got teacher’s perceptions that innovation of learning need to be done in order the students can develop the thinking and the creativity. Teacher’s professionalism will be achieved if all the part of class work hard (teachers, school, government, and people in school environment) sinergicly doing leraning revitalization basicly and comprehensifly. SBI should be developed perpectively so that teaching learning process that held can solve the problems or answers the following questions:
1.      How to promote learning that stress on process
2.      How to develop cooperative learning in teaching learning process
3.      How to realize group study lesson in learning mathematics
4.      How to realize study in environment of class
5.      How to develop study with games
6.      How to develop learning model variation
7.      Using concret thing in learning process
8.      Contextual teaching learning
9.      Using environment in teaching learning process
10.  Learning using teaching team
11.  Encourage innovation student in teaching learnig process
12.  Encourage the role of student in learning process
13.  Develop the various of study source
14.  Using learning kit
15.  Various method of learning
16.  Study using experiment
17.  Make innovative learning’s plan
18.  Promoting discussion methods in mathematics learning
19.  Monitoring activity by teacher
20.  Develop lesson study
21.  Mak student become active
22.  Encourage students to do presentation
23.  Encourage the independent of students
24.  Promoting the role of theacher as fasilitator
25.  Develop assessment in teaching
26.  Remedial activity
27.  Make active the activity of student in group
28.  Aperseption activity
29.  Revitalization the role of theacher in learning
30.  The various of interaction and communication
31.  Encourage the creativity of students
32.  Develop portofolio
33.  Encourage student construction on consept
34.  Develop realistic education
35.  Develop reflection activity
36.  Study with informal approach
37.  Develop observation of instrument
38.  The effort of teacher to communicate the idea and the result of learning
39.  How to encourage the responsibility of theacher to the students
40.  Education is for All
41.  How to realize study is a need
42.  How to encourage students to conclude the result o their finding
43.  Revitalization the paradigm of school
44.  The substance of studying of student
45.  Promoting learning that student centris
46.  Developing students worksheets

Resume (1) English for Mathemathics Education I, Week (6)

The Iceberg Approach of Learning Fractions in Junior High School:
Teachers’ Simulations of Prior to Lesson Study Activities

Oleh                :  Dr. Marsigit, M.A.
Ikhtisar Oleh   : Dian Andarwati_09313244020

            Menurut standar nasional pendidikan, kompetensi matematika minimal peserta didik yang harus dicapai antara lain meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ini berarti setiap peserta didik harus menguasai ketiga kompetensi tersebut, termasuk kemampuan dalam lingkungannya sendiri. Matematika di SMP mempunyai fungsi dalam pengembangan kemampuan logika, analitis, sistematika peserta didik serta pengembangan kreatifitas dan kemampuan berkolaborasi dengan orang lain.

            Matematika sendiri haruslah dekat dengan sesuatu yang ‘realistis’. Realistis disini bukan hanya sekedar berarti nyata berhubungan dengan lingkungannya, namun juga berhubungan dengan permasalahan yang berbau matematika yang dijumpai peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya.

Iceberg Approach in Realistics Mathematics
  (Moerlands, 2004 in Sutarto, 2008)
            Pembelajaran matematika seperti ini dapat dihubungkan dengan pendekatan Iceberg. Menurut (Moerlands, 2004 dalam Sutarto, 2008), Pendekatan Iceberg dari dasar menuju ke atas adalah adalah sebagai berikut:

  •         Mathematical World Orientation
  •          Material Model
  •          Building Mathematical Relationship
  •          Formal Notation

Maksud dari pendekatan Iceberg tersebut adalah pendekatan matematika dari yang berpondasi dari permasalahan matematika yang dijumpai peserta didik dalam kehidupannya sehari-hari. Ibarat sebuah bangunan, pondasi adalah dasarnya, maka dalam menerapkan jiwa matematika ke dalam pikiran peserta didik, dasar matematika peserta didik harus dikuatkan yaitu dengan dihubungkan dengan sesuatu yang sering dijumpainya dalam kehidupan. Kemudian peserta didik dituntut untuk bisa memodelkan permasalahan yang dijumpai tersebut dan kemudian menghubungkannya dengan matematika, lalu diharapkan bisa menotasikannya dalam notasi formal matematika.

Jadi, pembelajaran matematika menurut pendekatan Iceberg, peserta didik dituntut tidak hanya pintar berhitung saja, namun juga kompetensi lain yang mendukung tersebut.

Minggu, 09 Oktober 2011

Resume (4) English for Mathemathics Education I, Week (5)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA
SMP RSBI MELALUI LESSON STUDY

By                   : Dr. Marsigit, M.A, Dr. Hartono, Sahid, M.Sc., Aryadi Wijaya, M.Sc.
Reviewed by   : Dian Andarwati_09313244020

            Lesson study activity usually held without problem, but because of Merapi eruption so there were adaptation and reschedule the activity. That activity that developed can struggle with student research by developing instrument from choosen reference. Teacher competence that developed as follows:developing competence through realistic mathematics education approach, developing mathematical thinking, and competence to develop discussion method, problem solving, and investigation.

            Competence of teacher in developing realistic mathematics education approach such as using real world to bulid student mathematics concept, student experience, and also bulid formal-abstract mathematics. Teacher competence to develop mathematical thinking, finding and solving mathematics problem, communicating mathematics with other, etc. Competence of teacher in developing problem solving such as make relevan mathematics I daily routine. Competence of teacher in mathematical thinking such as inductive thinking, analogy thinking, abstrack thinking, simplify rhinkin, make conclusion, special thinking, using symbol, number, picture, etc. Developing discussion methods is such that developing social skill of students.

            So in order increasing the practice of mathematics education in school, planning activity should be increase to increase the quality of lesson plan and worksheet. The worksheet content should be developed and developed. Theacher must increase their activity in workshop and studim general to increase their experience. 

Resume (3) English for Mathemathics Education I, Week (5)

GOOD PRACTICE OF MATHEMATICS TEACHING
THROUGH LESSON STUDY AND TEACHERS
PROFESSIONAL DEVELOPMENT

Oleh                :  Dr. Marsigit, M.A.
Ikhtisar Oleh   : Dian Andarwati_09313244020

            Dalam mengembangkan metode pembelajaran,pendidik perlu untuk merencanakan scenario mengajar, untuk merencanakan aktivitas peserta didik, peranan peserta didik, untukmendistribusikan tugas, mengembangkan metode penilaian pembelajaran, dan dalam memonitor perkembangan peserta didik. Mengembangkan pengalaman matematika peserta didik, pendidik perlu berpartisipasi         dalam workshop dan seminar matematika. Peserta didik menikmati pembelajarannya karena mereka terlibat langsung dalam pembelajaran. Meskipun banyak materi KBM, kegiatan ‘lesson study’ diyakini peneliti sebagai salah atu cara untuk meningkatan matematika peserta didik.

            Untuk meningkatkan pendidikan matematika dan pengetahuan alam, pemerintah pusat pelu meningkatkan kebutuhan sebagai berikut:
1.      pengimplementasian kurikulum yang cocok (sederhana dan fleksibel)
2.      mendefiniskan kembali peranan pendidik (bahwa pendidik adalah fasilitator bukan sebagai didaktor untuk peserta didik)
3.      mendefiniskan kembali prinsip pendidik (pendidik diijinkan dan disarankan mengikuti kegiatan seminar, workshop dalama pengembangan matematika)
4.      mendefinisikan kembali pernanan sekolah
5.      mendefinisikan kembali pernanan supervisor
6.      meningkatkan otonomi pendidik dalam mengembangkan inovasi matematika
7.      melakukan kolaborasi yang baik antara sekolah dan universitas
8.      mendefinisikan kembali system evaluasi
9.      membangun proyek dalam mempromosikan kembali paradigma dan inovasi pendidikan

Proyek ‘lesson study’telah terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran, entusias peserta didik dalam pembelajaran ilmu alam, membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan ekperimen dan diskusi mereka, memberikan kesempatan dalam mengembangkan konsep matematika dengan caranya sendiri. Dalam hal ini juga dilaporkan tentang pendekatan konstuktivisme. Peserta didik diharapkan menemukan cara terbaiknya sendiri dalam belajar matematika. Kompetensi dalam mengungkapkan pengetahuan mereka terhadap apa yang sedang mereka pelajari dalam diskusi kelompok maupun mempresentasikannya di depan kelas. 

Resume (2) English for Mathemathics Education I, Week (5)

Pengembangan Blog sebagai
Portofolio Digital Untuk
Peningkatan Daya Matematika

By                   : Dr. Marsigit, M.A., Bambang SHM, M.Kom, Kuswari Hernawati. M.Kom.
Reviewed by   : Dian Andarwati_09313244020

            Developing blog as digital portofolio for increasing mathematics power tell us that mathematics is universal. We can express anything related to mathematics. Using blog, we can express our mathematics, everything that we want in a writing.

            Mr. Marsigit, Mr. Bambang, and Mrs.Kuswari did a research with the objects are their students of mathematics class. The target of this research are as follow:
1.      There would be multiuser blog as impact of using opensource in learning process
2.      There would be apresiation from the lecturers and students in using legal opensource and cheap
3.      There would be portofolio model for subjects that will imply in teaching learning process
4.      Increasing mathematics power as the impact of the implementation of blog as digital portofolio
5.      A culture for sharing information (written communication) for students and lecturers.

The background that made the researcher are the mathematics learning is like a silent condition. Mathematics learning is assume to be not polite or familiar with the students. The competence of mathematics. Nowdays, blog is such a written communication. Multiuser in opensource is increasing in Indonesia because it is legal operating system. Sertification progam that make something in a paper. Because o that, the researcher thought the best way to communicate mathematics nowdays is using blog. Using blog, everyone can express what they want to express in writing. By writing can increase come aspect they are mathematics aspect, communication aspect, writing and vocabulary aspect (it means of language aspects), aspects of technology etc. 

Sabtu, 08 Oktober 2011

Resume (1) English for Mathemathics Education I, Week (5)

Kant’s Concepts of Mathematics
Dipresentasikan dalam English Journal Club FMIPA UNY

Paper to be presented at English Journal Club
Oleh                :  Dr. Marsigit, M.A.
Ikhtisar Oleh   : Dian Andarwati_09313244020

Proposisi sintetik adalah proposisi yang dapat disebut benar ataupun tidak benar berdasarkan kenyataab tentang dunia dalam kontras ke proposisi analisis yang benar menurut definisi. (Wikipedia). Pengetahuan apriori adalah pengetahuan proposional yang dapat dipunyai tanpa pengetahuan. Ini biasanya kontras dengan pengetahuan aposteriori yang memerlukan apriori. Matematika dan logika biasanya diyakini sebagai disiplin apriori. Ilmu alam dan social biasanya diyakini sebagai disiplin aposteriori. (Wikipedia). Immanuel Kant, Prolegomena dalam Any uture Metaphysics, First of the Transcedental Problem: How is Pure Mathematics Possible? Penelitian dalam keaslian matematika memberikan kita isyarat dan kondisi kemungkinan tertinggi yang beberapa intuisi murni harus dipenuhi. Jika kita bisa memposisikan intuisi murni dan kemungkinan, kita akan dengan mudah bagaimana secara mudah proposisi sintetis dapat menjelaskan kemungkinan matematika murni dan konsekuennya bagaimana ilmu alam itu sendiri adalah mungkin.

Apa yang biasanya kita buat agar orang percaya adalah predikat keputusan apodiktik yang sudah terisi dalam konsep kita dan keputusan yang analitik adalah duplikat dari ekspresi. Permintaan untuk berpikir untuk predikat sebaga sesuatu yang dibutuhkan yang mengimplikasikan pada pemikiran konsep yang sudah diberikan yang dibutuhkan. Akan tetapi, pertanyaannya adalah bukan apa yang kita minta untuk bergabung dengan konsep itu namun apa yang biasanya kita pikirkan bersama.

Minggu, 02 Oktober 2011

Resume (4) English for Mathemathics Education I, Week (4)


“METODOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA”

Disampaikan pada kunjungan guru-guru SD Wilayah Binaan III Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat di FMIPA UNY, pada Sabtu, 4 Januari 2003

By                   : Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by   : Dian Andarwati_09313244020

            In this opportunity, Mr. Marsigit explained about many kinds of methodology mathematics learning. According to Cocroft Report (1982: 132), they are:
1.      expository methods
2.      discussion methods (between teacher and students or students and students)
3.      problem solving methods
4.      investigating methods
5.      exercise the basic of ability and the principle methods
6.      application methods

According to Ebbutt and Straker (1995: 10-63), the hierarcy of mathematics are:
1.      mathematics is an activity to find pattern and relationship
2.      mathematics is an creativity that need imagination, intuition, and research
3.      mathematics is an problem solving activity
4.      mathematics is an instrument to communicate

In the other hand, Ebbut give view about mathematics that: in order the potentional of student are developed, the following must be developed too:
1.      students will study if they get motivation
2.      students study with their own way
3.      students study independently and or cooperatively
4.      students need different contexts and situations

Beside the methods, the management of class must be cared with the teachers, they are:
1.      class management and the educational paradigm
2.      class management: context, process, and content
3.      class management and curriculum distribution
4.      the characteristic of lessons and the students
5.      class management and the strategy of learning
6.      learning schema and the pattern of organization
7.      the laboratorium class and research class
8.      class management and school management