Sabtu, 15 Oktober 2011

Resume (1) English for Mathemathics Education I, Week (6)

The Iceberg Approach of Learning Fractions in Junior High School:
Teachers’ Simulations of Prior to Lesson Study Activities

Oleh                :  Dr. Marsigit, M.A.
Ikhtisar Oleh   : Dian Andarwati_09313244020

            Menurut standar nasional pendidikan, kompetensi matematika minimal peserta didik yang harus dicapai antara lain meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ini berarti setiap peserta didik harus menguasai ketiga kompetensi tersebut, termasuk kemampuan dalam lingkungannya sendiri. Matematika di SMP mempunyai fungsi dalam pengembangan kemampuan logika, analitis, sistematika peserta didik serta pengembangan kreatifitas dan kemampuan berkolaborasi dengan orang lain.

            Matematika sendiri haruslah dekat dengan sesuatu yang ‘realistis’. Realistis disini bukan hanya sekedar berarti nyata berhubungan dengan lingkungannya, namun juga berhubungan dengan permasalahan yang berbau matematika yang dijumpai peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya.

Iceberg Approach in Realistics Mathematics
  (Moerlands, 2004 in Sutarto, 2008)
            Pembelajaran matematika seperti ini dapat dihubungkan dengan pendekatan Iceberg. Menurut (Moerlands, 2004 dalam Sutarto, 2008), Pendekatan Iceberg dari dasar menuju ke atas adalah adalah sebagai berikut:

  •         Mathematical World Orientation
  •          Material Model
  •          Building Mathematical Relationship
  •          Formal Notation

Maksud dari pendekatan Iceberg tersebut adalah pendekatan matematika dari yang berpondasi dari permasalahan matematika yang dijumpai peserta didik dalam kehidupannya sehari-hari. Ibarat sebuah bangunan, pondasi adalah dasarnya, maka dalam menerapkan jiwa matematika ke dalam pikiran peserta didik, dasar matematika peserta didik harus dikuatkan yaitu dengan dihubungkan dengan sesuatu yang sering dijumpainya dalam kehidupan. Kemudian peserta didik dituntut untuk bisa memodelkan permasalahan yang dijumpai tersebut dan kemudian menghubungkannya dengan matematika, lalu diharapkan bisa menotasikannya dalam notasi formal matematika.

Jadi, pembelajaran matematika menurut pendekatan Iceberg, peserta didik dituntut tidak hanya pintar berhitung saja, namun juga kompetensi lain yang mendukung tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar